bisnis paling gratis

Selasa, 22 Maret 2011

Taman Wisata Alam Bantimurung


Karakteristik wisata yang khas merupakan potensi atau daya tarik yang khas yang menentukan tingkat kunjungan pada kawasan tertentu. Potensi atau daya tarik kawasan harus diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan yang baik serta tersedianya sarana dan prasarana penunjang yang memadai dalam mendukung kegiatan rekreasi, karena pada umumnya pengunjung tidak hanya datang berekreasi untuk menikmati daya tarik objek wisata saja, tetapi juga ingin menikmati fasilitas yang mampu memberikan kepuasan.
Taman Wisata Alam Bantimurung yang terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Dati II Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, peruntukannya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 237/Kpts/Um/3/1981 tanggal 30 Maret 1981 dengan luas ± 118 Ha.
Keadaan lapangan Taman Wisata Alam Bantimurung secara umum bergelombang sampai berbukit-bukit. Batuan kapur membentuk bukit-bukit yang terjal di kanan kiri sungai. Daerah datar terletak di bagian selatan yang terdapat air terjun dan kolam. Daerah datar lainnya yang mempunyai panorama cukup menarik terletak di bagian utara taman wisata alam, dapat ditempuh melalui jalan setapak dari air terjun.
Secara visual, daya tarik objek wisata alam yang ditawarkan di TWA Bantimurung antara lain;
a. Air terjun, merupakan objek yang paling populer bagi pengunjung. Selain merupakan pemandangan alam yang indah, air terjun ini juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk kegiatan mandi atau sekedar untuk merasakan percikan air. Di sekitar air terjun terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Di sebelah kiri air terjun terdapat jalan wisata dan tempat duduk permanen yang membatasi jalan dengan sungai yang merupakan terusan dari air terjun. Biasanya bagi pengunjung yang datang untuk sekedar melihat pemandangan air terjun berada di tempat ini untuk sekedar mengabadikan gambar panorama air terjun. Di sebelah kanan air terjun terdapat areal yang cukup landai yang digunakan pengunjung untuk berkumpul bersama keluarga dengan menggelar tikar sambil menikmati pemandangan air terjun ataupun mandi di air terjun. Namun arus yang cukup deras pada saat musim hujan tiba menjadi halangan pengunjung untuk menikmati objek wisata ini.
b. Sungai alami, dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi berenang bersama keluarga. Di kiri dan kanan sungai terdapat pondok-pondok yang biasa digunakan pengunjung sebagai tempat beristirahat sambil menikmati panorama alam TWA Bantimurung, namun sayang untuk memanfaatkan tempat ini harus dilengkapi dengan tikar yang biasanya disewakan Rp.5.000,- sampai Rp.10.000,-. Hal ini banyak dikeluhkan pengunjung, mereka berharap tikar tersebut gratis dan merupakan bagian dari pelayanan TWA Bantimurung
c. Goa batu, biasa dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi penelusuran goa, pendidikan dan penelitian. Jarak objek wisata ini dari pintu masuk loket karcis sekitar 400 m. Untuk mencapai objek wisata ini melewati jalan setapak dan pendakian mulai dari objek wisata air terjun. Keadaan jalan yang dilalui, dirasa pengunjung belum layak untuk mendukung kegiatan wisata. Jalan setapak tersebut hanya sebagian yang telah disemen dan dibuatkan tangga, selebihnya masih berupa jalan tanah. Pada saat musim hujan tiba keadaan jalan ini menjadi becek dan sulit dilewati. Setelah tiba di goa batu, terdapat dua mulut goa yang hampir berhadapan. Goa pertama dinamakan goa mimpi dengan panjang mencapai 1.415 m dengan kedalaman 48 m. Goa kedua dinamakan Goa Tuwokala dengan panjang lorong mencapai 80 m. Namun yang paling populer dikunjungi adalah Goa Mimpi. Jalan di dalam goa hampir landai dengan sedikit turunan dan tanjakan. Keadaan goa yang gelap mengakibatkan pengunjung memerlukan penerangan. Penerangan dapat digunakan senter yang bisa dibawa sendiri atau menyewa pada penyedia jasa senter yang biasanya disediakan oleh penduduk sekitar yang mencari nafkah melalui jasa ini. Tarif yang dikenakan oleh mereka Rp. 10.000,- untuk sekali perjalanan menikmati pemandangan goa. Di dalam goa terdapat pemandangan stalagtit dan stalagmit yang memukau.
d. Bukit karst, merupakan panorama alam yang khas yang mencirikan TWA Bantimurung, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi jelajah alam (tracking). Untuk menikmati objek wisata ini ditempuh melalui jalan-jalan hutan yang terdapat di dalam kawasan TWA Bantimurung. Gugusan karst terbentang mulai dari Kabupaten Maros-Pangkep dengan total luas kawasan 4.500 Ha. Kawasan tersebut merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah kawasan karst di China. Kawasan karst di Kabupaten Maros dikembangkan sebagai objek wisata dan pemandian alam Bantimurung yang lebih dikenal dengan kawasan air terjun Bantimurung yang lengkap dengan Goa Mimpi dan situs peradaban prasejarah, Taman prasejarah Laeng-laeng.
e. Flora dan fauna. Fauna yang menarik di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah kupu-kupu, berbagai jenis kupu-kupu yang terdapat di kawasan tersebut antara lain dari family Saturnidae, Nocturnidae, Spingidae dan Nyphalidae. Jenis kupu-kupu tersebut menurut para ahli hanya terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung. Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan TN Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di TWA Bantimurung dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron dan Papilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran yang sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.
Taman Wisata Alam Bantimurung adalah daerah tujuan wisata yang telah lama dikenal karena mempunyai air terjun dan daerahnya berhawa sejuk. Walaupun sebagaian besar daerah taman wisata alam ini cukup sulit untuk didatangi karena lereng bukitnya yang terjal, tetapi lokasi ini mempunyai beberapa panorama alam yang indah, salah satunya adalah yang terletak di sebelah selatan di daerah hulu sungai.
Beberapa kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan diantaranya adalah; lintas alam, menikmati pemandangan alam, bermain di sungai, mandi di air terjun, rekreasi santai bersama keluarga dan memanjat tebing.
Vegetasi yang terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah vegetasi tipe hutan hujan pegunungan yang didominasi oleh famili Liniaceae yang antara lain; Jambu hujan (Eugenia sp), Jabon (Anthocepalus cadamba), Pala-pala (Mangifera sp), Enau (Arenga pinnata), Centana (Pterocarpus indicus) dan lain-lain.
Beberapa fasilitas yang dapat mendukung kegiatan wisata alam di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah ; pintu gerbang, loket karcis, tempat parkir, pusat informasi, jalan setapak, shelter, kopel, tempat bermain anak, mushola, kantin, warung cinderamata dan MCK.
Taman Wisata Alam Bantimurung terletak di tepi jalan Provinsi yang menghubungkan Maros dengan Camba. Dari Makassar untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalan negara sampai Maros ± 26 km dengan menggunakan kendaraan umum seperti bus. Kemudian dilanjutkan melalui jalan Provinsi Maros - Bantimurung yang berjarak ± 17 km.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Copyright © Oktober 2010-Now. Design By Muh Arafah IAS2-M