bisnis paling gratis

Kamis, 25 Agustus 2011

Bupati Maros Terima Penghargaan Pertanian

MAROS Online - Bupati Maros HM Hatta Rahman menerima penghargaan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2010. Penghargaan dari presiden tersebut diserahkan Menteri Pertanian, Jumat (19/8) di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.

Kepala Dinas Pertanian Maros H Budiman Effendy mengatakan prestasi tersebut diraih berkat keberhasilan peningkatan produksi pangan khususnya beras pada tahun 2009 dan 2010. Kementerian Pertanian menargetkan produksi beras tiap kabupaten 5 persen dari target Nasional dan Maros berhasil meningkatkan produksi berasnya dari tahun 2009 ke tahun 2010 menjadi delapan persen.

"Peningkatan produksi beras diakibatkan adanya pemakaian benih unggul, penanaman bibit secara intensif, perbaikan irigasi desa, dan perlindungan hama penyakit," tutur H Budiman.

Sedangkan Bupati Maros HM Hatta Rahman mengatakan Pemerintah Kabupaten Maros akan terus melakukan inovasi untuk peningkatan produksi, kualitas dengan bibit unggul hingga penyediaan peralatan untuk menunjang peningkatan produksi.
Apalagi Maros yang memang masih daerah agraris sehingga sangat bergantung pada produksi pertanian.

"Salah satu caranya, pemkab Maros membentuk Perusda Pertanian untuk membantu petani. Misalnya saat terjadi krisis pupuk, Perusda pertanian dapat menyediakan pupuk yang dapat dijangkau oleh petani baik dari segi harga maupun ketersediaannya," ungkap Hatta.

Sedangkan untuk peningkatan produksi pertanian telah dilakukan uji coba pada bibit unggul varietas Bestari yang terbukti dapat meningkatkan produksi beras 40 hingga 60 persen.

Hasil ujicoba ini akan digunakan kembali oleh pemkab untuk dijadikan bibit baru.
"Hasil dari ujicoba ini menghasilkan bibit 2 ton, 1 ton itu bisa dijadikan bibit untuk 40 hektar jadi hasil dari ujicoba kemarin bisa digunakan untuk bibit seluas 80 Hektar. Ini akan terus kita tingkatkan," ujarnya.

Usaha lain kata, HM Hatta Rahman yakni pemkab akan menyediakan mesin penanam dan mesin pemanen agar produksi beras tidak lagi defisit seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun-tahun sebelumnya produksi beras Maros bisa defisit hingga 25 persen akibat petani kita mendatangkan tenaga manusia dari luar untuk membantu menanam dan memanen. Tentu petani kita harus membayar dengan beras jadi produksi defisit. Dengan adanya mesin ini diharapkan tidak terjadi lagi defisit," tandasnya. [humas]

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Copyright © Oktober 2010-Now. Design By Muh Arafah IAS2-M